Tips Menjaga Kesehatan Mata dan Wajah Selama Menggunakan Gawai: Hingga Kemungkinan Jerawat
by Syarifah Najwa Aisha | | Informasi

Halo Sahabat SIHI!
Tentu saja sudah menjadi sebuah al yang lumrah bagi kita untuk menatap layar perangkat elektronik, termasuk gawai. Seperti tidak terpisahkan, banyak akibat buruk yang tidak disadari oleh kita, khususnya pada kesehatan mata dan wajah.
Dalam artikel ini, mari kita pelajari dan kenali apa saja yang menyebabkan kemungkinan buruk pada kesehatan mata dan wajah ketika kita terlalu sering bermain perangkat elektronik.
Simak baik-baik ya, Sahabat SIHI…
Hari penglihatan sedunia jatuh pada setiap hari Kamis kedua dalam bulan Oktober. Di tahun 2024 ini, hari penglihatan sedunia jatuh di tanggal 10 Oktober. Tepat pada tanggal tersebut, banyak pihak seperti kelompok atau organisasi berkumpul untuk membicarakan mengenai kesehatan mata.
Peringatan ini juga dijalankan agar kita dapat menyadari pentingnya merawat mata dan terhindar dari kemungkinan buruk yang terjadi. Terlebih lagi ketika memang banyak orang Indonesia yang sering menggunakan perangkat elektronik, seperti gawai, tablet, komputer, atau perangkat elektronik lainnya.
Menurut hasil data dari kompas, pada tahun 2023 rata-rata orang Indonesia bermain perangkat elektronik sebanyak 6,05 jam perhari.
Perangkat elektronik mengeluarkan cahaya biru atau blue light. Blue light adalah cahaya yang memiliki banyak energi per foton cahaya yang mengakibatkan radikal bebas.
Walau perangkat elektronik mengeluarkan cahaya berwarna lainnya, blue light akan tetap dihasilkan dan menembus retina mata pengguna dengan membunuh sel fotoreseptor. Gejala yang bisa diakibatkan adalah mata terasa berat, kering, iritasi, hingga kebutaan.
Untuk menghindari adanya akibat buruk yang terjadi, berikut merupakan cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mata kita selama bermain gawai atau perangkat elektronik:
Cara Menjaga Kesehatan Mata:
1. Sering Berkedip
Berkedip membantu membuat mata kita menjadi tidak mudah kering. Selama bermain gawai atau alat elektronik, kita cenderung terlalu fokus dan lupa berkedip. Dalam 15 menit, dianjurkan untuk setidaknya berkedip 10 kali.
2. Melakukan Peraturan 20-20-20
Peraturan 20-20-20 adalah dengan melepas pandangan kita dari layar setelah 20 menit selama 20 detik dan melihat ke objek sejauh 20 kaki atau 6.1 meter. Dengan melakukan hal ini, membantu mata kita untuk beristirahat dari pandangan yang terlalu terang secara terus menerus, mengurangi ketegangan pada mata, menghindari mata yang kering atau merah, pandangan yang blur, hingga sakit kepala.
3. Memberikan Jarak
Jarak baik antara mata dengan layar yang dianjurkan adalah 16-18 inci atau 0.40-0.46 meter.
4. **Mengatur Brightnes**s
Menyesuaikan tingkat brightness dengan lingkungan atau keadaan sekitar. Menggunakan brightness dengan tingkat terlalu tinggi atau kecil dapat memberikan dampak buruk bagi mati. Sehingga, dianjurkan untuk mengaturnya hingga tingkat tengah atau 50%. Ketika malam hari, kita bisa menggunakan Dark Mode atau Night Mode.
5. Mengatur Ukuran Tulisan
Mengatur ukuran tulisan juga mampu membantu mata kita agar dapat berfokus dengan baik. Menggunakan ukuran yang terlalu kecil, cenderung memaksa mata kita untuk dapat melihatnya dengan jelas. Tidak jarang juga, bahkan kita akan mendekatkan pandangan ke layar. Bayangkan, ketika kita bangun tidur dan hal yang dilakukan pertama adalah membuka gawai. Mata kita akan lebih kuat untuk berusaha melihat dan membaca dengan jelas.
Baca Juga: Pembelajaran dikala Pandemi Covid 19

Bermain gawai tidak hanya memberikan efek buruk kepada mata, namun juga kepada wajah atau tubuh kita. Hal ini disebabkan oleh banyaknya bakteri yang berkumpul pada gawai yang sering kita gunakan atau bawa.
Ketika batuk, bersin, atau memegang hal yang kotor, kita lupa untuk membersihkan tangan kita dan dengan segera memegang atau menggunakan gawai. Bahkan, kita juga membawa gawai ketika berada di dalam toilet, bakteri akan semakin berkembang ketika kita menggunakan flush toilet.
Berdasarkan studi oleh Universitas Arizona, gawai merupakan benda yang memiliki bakteri terbanyak dan bahkan 10 kali lipat lebih kotor dibandingkan dudukan toilet. Penelitian mengungkapkan, beberapa bakteri yang ditemukan pada gawai beragam dan salah satunya adalah E. coli, MRSA dan Streptococcus.
Semakin berkembangnya bakteri, semakin meningkatkan resiko buruk terhadap wajah atau kulit kita. Berikut merupakan dampak buruk dari sering bermain gawai pada wajah:
Dampak Buruk Sering Bermain Gawai Pada Wajah:
1. Jerawat
Bakteri yang berkumpul pada gawai membuatnya berpindah ke tangan kita berlanjut ke wajah. Berpapasan dengan polusi dan debu, bakteri yang berkumpul dari gawai membuatnya menjadi lebih parah dan meningkatkan kemungkinan jerawat menjadi lebih tinggi. Untuk menjaga dan mengurangi akibat ini, disarankan untuk membersihkan gawai secara berkala.
2. Dermatitis
Dermatitis merupakan keadaan di mana wajah kita muncul kemerah-merahan dan gatal, terkadang juga gejala seperti ruam, lecet, atau mengelupas. Radiasi yang dihasilkan oleh gawai dan bakteri, membuat pengguna mengalami permasalahan ini dan semakin meningkatkannya ketika pengguna memang memiliki gejala dermatitis sebelumnya.
3. Penuaan DIni
Radiasi yang dihasilkan oleh gawai membuat kulit menjadi keriput yang di mana keriput merupakan salah satu tanda dari adanya penuaan. Leher pun bisa menjadi keriput ketika kita secara terus menerus melihat ke arah bawah ketika bermain gawai. Kerutan ini akan muncul ketika kita secara terus menerus melakukan hal yang sama.
4. Mata Panda
Bermain gawai atau perangkat elektronik mengakibatkan mata kita menjadi selalu terjaga sehingga membuat kita kurang tidur. Sehingga, lingkaran gelap akan muncul di bawah mata kita.

Berdasarkan atas penjelasan di atas, berikut merupakan cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mata dan kulit dari penggunaan gawai yang terlalu sering:
Cara Menjaga Kesehatan Mata dan Kulit
- Jangan terlalu lama melihat layar gawai atau perangkat elektronik
- Menghindari untuk menggunakan gawai sebelum tidur
- Menjaga jarak pandang
- Mengatur brightness secara sesuai dengan lingkungan atau keadaan sekitar
- Jangan menggunakan gawai ketika gawai dalam keadaan overheated. Terlebih lagi, paparan yang dihasilkan akan mengurangi produksi melanin pada kulit. Sehingga, warna kulit tidak merata dan muncul bintik kehitaman.
- Membersihkan gawai dengan sanitizer
Tidak ada kata sulit untuk mencoba. Setiap langkah kecil yang dilakukan, konsisten adalah sebuah kunci untuk menuju hasil yang baik di kemudian hari.
Kesehatan tubuh, termasuk mata dan wajah adalah suatu hal yang harus kita jaga sendiri, semakin awal kita memulainya, semakin kita terhindar dari berbagai resiko buruk. Bahkan hingga kanker, lho!
Untuk mama papa, mungkin hal ini sedikit sulit dilakukan bagi anak-anak. Dengan begitu, mari kita sadarkan mereka dan ajarkan secara satu persatu.






