Tingkat DBD di Tahun 2025
by Syarifah Najwa Aisha | | Edukasi, Informasi

Musim hujan kembali datang. Lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) juga kian meningkat. DBD sendiri merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti atau Aedes Albopictus dan memilliki gejala demam tinggi, flu, nyeri otot, nyeri sendi, ruam kulit, dan sakit kepala.
Dalam sejarah Indonesia, DBD tertinggi berada pada tahun 2024 dengan total mencapai lebih dari 250.000 kasus hingga lebih dari 1.400 kematian. Alhamdulillah, di tahun 2025 kasus turun jauh menjadi 131.393 kasus dengan 544 kematian meskipun di tahun-tahun sebelumnya kasus cukup cenderung turun dan tidak mencapai lebih dari 100 ribu.
Turunnya kasus secara melonjak, menunjukkan jika semakin banyak orang yang sadar akan bahayanya DBD. Semoga penurunan ini menjadi langkah awal menuju masa depan dengan negara dengan tingkat DBD terendah.
Orang dengan resiko tinggi terkena DBD adalah mereka yang memang tinggal atau mengunjungi daerah tropis (Asia Tenggara, Pulau Pasifik Barat, Amerika Latin, dan Afrika) dan memang pernah mengidap DBD sebelumnya.
Baca Juga : Buah dan Sayur yang Baik Dikonsumsi di Musim Hujan
Fase Penting dalam DBD
- Fase Demam (Febrile Phase) : Demam tinggi mendadak, nyeri otot, muncul bintik merah pada kulit, mual, muntah, dan nyeri perut.
- Fase Kritis (Critical Phase) : Demam mulai menurun, tekanan darah menurun, risiko perdarahan muncul, muntah terus menerus, dan penurunan kesadaran
- Fase Pemulihan (Recovery Phase) : Kondisi mulai membaik, kadar trombosit perlahan membaik, nafsu makan dan energi mulai meningkat.
Cara Mencegah DBD
- Hindari atau singkirkan genangan air yang berada di area rumah
- Menguras dan menyikat tempat penampungan air secara rutin
- Tempat penampungan ditutup rapat
- Kenakan pakaian tertutup
- Menggunakan obat nyamuk
- Melakukan fogging
- Menjaga rumah tidak lembab dan tetap terang
Tonton Juga : Finalist Global Youth Innovation Summit 2025
Selain membawa keuntungan untuk beberapa hal, musim hujan memberikan peningkatan terhadap beberapa penyakit termasuk Demam Berdarah Dengue ini. Melakukan pencegahan sedini mungkin turut membantu mengatasi peningkatan terhadap kasus DBD.
References:
Halodoc
Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah
Health Detik






