Kenali Kepribadian Anak Melalui STIFIN (Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, and Insting)
by Syarifah Najwa Aisha | | Informasi

Setiap individu memiliki cara unik dalam memahami dan merespon dunia di sekitar mereka.
Dalam konteks yang penuh tantangan ini, mengenali tipe-tipe kepribadian ini bukan hanya membantu kita memahami diri sendiri, tetapi juga orang lain, sehingga mempermudah interaksi dan kolaborasi.
Ketika berhadapan dengan seseorang atau rasa ingin tahu yang tinggi terhadap minat anak, cara ini sangat mudah kita ketahui hanya dengan melihatnya berdasarkan dengan hal-hal yang mereka lakukan.
Apa itu STFIN?
STIFIN sendiri mengacu pada belahan otak manusia. Setiap orang mempunyai lima belahan otak yang berbeda fungsi dan fungsinya.
Perbedaan fungsi dan gaya kerja ini mengakibatkan orang mempunyai sikap, perilaku, cara berpikir, ide, keputusan, reaksi, cara berbicara, minat, kemungkinan, dan banyak perbedaan lainnya yang berbeda.
STIFIN adalah sebuah cara untuk mengetahui bakat, minat, dan potensi berdasarkan cara kerja Otak Dominan.
Pembagian STFIN
Sensing: Belahan otak kiri bawah, sistem limbik kiri, fungsi memori, dan persepsi ketekunan.
Thinking: Belahan otak kiri atas, sistem neokorteks kiri, fungsi analitis dan intelektual.
Intuiting: Belahan otak kanan atas, sistem neokorteks kanan, fungsi kreatif dan inovatif.
Feeling: Belahan kanan bawah, sistem limbik kanan, fungsi emosi, dan rasa hubungan sosial.
Insting: Belahan otak tengah, sistem naluri, dan berbagai fungsi naluri dan serba bisa.
Baca Juga: Membangun Karakter Kepemimpinan Pada Siswa SMP HI Dilaksanakanya Kegiatan LDKS
Sensing
- Sensing mengandalkan kecerdasan panca indra sehingga membuatnya menanggapi setiap hal dengan konkrit dan praktis.
- Kepribadian yang rajin dan mempunyai daya ingat serta fisik yang kuat sehingga membuatnya aktif bergerak.
- Jika orang sensing sedang merasa jenuh, cara untuk mengembalikan semangatnya yaitu dengan berolahraga atau menjalankan aktivitas fisik lainnya.
- Penyukai pekerjaan yang ulet, gesit, dan berkeringat sehingga dia akan memilih pekerjaan lapangan.
- Sensing cenderung lebih fokus pada detail dan pengalaman langsung. Mereka belajar melalui pengamatan dan fakta konkret.
Contohnya, mereka lebih suka aktivitas yang melibatkan penginderaan, seperti eksperimen sains atau kegiatan seni yang memungkinkan mereka melihat hasil langsung dari usaha mereka. Lalu, anak yang lebih menyukai belajar di alam dibandingkan di dalam kelas atau ruangan yang hanya mendengarkan tanpa bertindak atau praktik.
Thinking
- Thinking merupakan tipe pekerja keras, tegas, dan disiplin sehingga dia mampu berpikir logis dan objektif.
- Kemampuannya dalam berpikir menghabiskan energi yang besar sehingga meskipun dia mudah bergerak tetapi tenaganya lebih banyak diserap oleh pikirannya.
- Orang Thinking juga cukup kritis dalam banyak hal dan adil dalam setiap mengambil keputusan.
- Anak dengan pendekatan thinking lebih condong kepada logika dan analisis.
- Mereka cenderung membuat keputusan berdasarkan pemikiran rasional dan objektif, sering kali mempertimbangkan pro dan kontra.
Contohnya, anak dengan gaya berpikir ini menyukai memecahkan masalah matematika, sains, bermain puzzle, memecahkan sebuah misi dalam permainan, menyusun strategi,, hingga terlibat dalam debat, karena mereka menikmati proses berpikir kritis.
Intuiting
- Intuiting memiliki banyak ide kreatif, daya imajinasi yang tinggi, dan sifat yang cenderung perfeksionis serta sangat mementingkan kualitas.
- Orang Intuiting tidak mudah diatur dan menyukai perubahan yang terkonsep karena Intuiting adalah pembaharu yang melihat peluang ke depan tetapi tidak menyadari musuhnya.
- Anak yang berorientasi pada intuiting lebih melihat gambaran besar dan mengandalkan intuisi serta kreativitas.
- Mereka cenderung mencari pola dan kemungkinan, sering kali berpikir di luar batasan fakta yang ada.
Contohnya, anak dengan gaya ini lebih suka belajar tentang ide-ide abstrak, konsep filosofis, mewarnai, menggambar, atau melukis, bermain dengan seni, bermain peran, hingga apapun kegiatan yang memicu imajinasi, seperti bercerita atau merancang proyek inovatif.
Feeling
- Feeling mampu merasakan dan memahami perasaan orang lain. Mereka sering menunjukkan perhatian dan kepedulian terhadap perasaan orang-orang di sekitar mereka dan menghargai keterhubungan dan ingin menjaga hubungan yang harmonis.
- Keputusan yang diambil sering kali didasarkan pada perasaan dan bagaimana hal tersebut akan memengaruhi diri sendiri dan orang lain. Mereka merasa puas dan bahagia ketika dapat membantu orang lain, sering kali mengutamakan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan mereka sendiri.
- Anak ini peka terhadap suasana hati dan emosi orang lain, serta bisa merasakan ketegangan atau ketidaknyamanan dalam situasi sosial.
- Mereka cenderung mengekspresikan perasaan dan pemikiran mereka melalui seni, musik, atau bentuk kreativitas lainnya.
- Mereka cenderung menghindari situasi yang dapat menyebabkan konflik, dan lebih suka mencari solusi damai.
- Anak dengan otak dominan feeling biasanya memiliki prinsip dan nilai yang kuat, yang menjadi panduan dalam tindakan mereka.
Contohnya, anak dengan gaya ini lebih suka belajar dan bermain bersama teman, menjadi orang yang pertama memberikan pertolongan, melukis atau menulis sesuai dengan perasaan mereka, penyayang dengan berbagai makhluk hidup, hingga aktif dalam kegiatan sosial.
Insting
- Insting seringkali memiliki daya imajinasi yang tinggi dan suka mengeksplorasi ide-ide baru. Mereka cenderung melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang dan memiliki cara berpikir yang orisinal.
- Senang menjelajahi hal-hal baru dan tidak takut untuk bertanya tentang apa pun yang menarik minat mereka.
- Mereka lebih tertarik pada gambaran besar dan konsep umum daripada detail-detail kecil yang spesifik.
- Sering kali membuat keputusan berdasarkan perasaan dan insting, daripada logika yang kaku.
- Anak ini sering kali memiliki minat yang luas dan tidak terbatas pada satu bidang saja, menjelajahi berbagai topik.
- Mereka sering kali ingin menciptakan sesuatu yang baru dan memiliki keinginan untuk memperbaiki atau mengembangkan ide yang ada.
Contohnya, anak dengan gaya ini lebih suka belajar dan bermain mengenai projek kreatif, mengikuti dan tertarik dengan banyak ekstrakulikuler, membuat game atau bisnis kecil atau hal-hal yang unik, hingga merasa mereka perlu menambah wawasan seluas mungkin.
Jadi, gimana nih Sahabat SIHI?
Kalian atau anak kalian termasuk dalam kategori yang mana?
Reference
Azwar, F. (2021). STIFIn Adalah Sensing Thinking Intuiting Feeling Insting. STFin Brain.






