Sekolah Islam Harapan Ibu

Mengapa Kita Menjadi Mudah Lupa : Penjelasan Dalam Islam

by Syarifah Najwa Aisha | | Uncategorized

Mengapa Kita Menjadi Mudah Lupa : Penjelasan Dalam Islam

Beberapa kali dalam beberapa momen kita pasti pernah lupa, tapi ketika hal tersebut terus menerus terjadi secara berdekatan. Apakah itu suatu hal yang biasa?

Terkadang menjadi mudah lupa dianggap menjadi hal yang biasa. Tapi bagaimana jika hal ini membuat kita dirugikan hingga berujung pada kegagalan?

Misalnya, ketika kita sudah belajar secara giat, namun ketika ujian berlangsung kita malah lupa apa saja yang sudah kita pelajari sebelumnya. Tentu saja nilai kita akan menurun.

Untuk mengetahui dan dapat memahami alasan di balik mengapa kita mudah lupa, yuk baca penjelasan di bawah dengan seksama.

Mengapa Kita Menjadi Mudah Lupa?

Islam dengan dunia kesehatan memiliki keterkaitan satu sama lain. Sehingga dalam berbagai aspek, perubahaan kekuatan fisik pada tubuh kita dapat dikaitkan dan dijelaskan dengan penjelasan dunia kesehatan maupun Islam.

Karena kembali lagi, Allah menciptakan dan menyempurnakan kita. Namun, manusia hanya membantu memperbaiki atau melengkapi. 

  1. Kelelahan Fisik dan Mental

Terlalu banyak berpikir, stres, kurang tidur, hingga terlalu banyak bekerja membuat tubuh kita menjadi lemah ketika harus dihadapi oleh semua itu. Lelahnya tubuh ini, membuat kita menjadi mudah lupa.

Beberapa orang berpikir, ketika mereka bekerja dengan giat, menggunakan otak mereka untuk aktif, dan membiasakan tubuh agar tetap bergerak secara aktif membuat mereka menjadi orang yang lebih sehat atau mampu bekerja secara professional.

Dalam beberapa aspek, mungkin iya.

Namun, otak dan tubuh kita berkata sebaliknya. Semakin terlalu banyak kita mendorong, semakin lemah daya tubuh kita.

Hal ini juga telah tertulis dalam Hadits dan Al-Qur’an,

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنّ اللَّهَ تَعَالى يُحِبّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلاً أَنْ يُتْقِنَهُ (رواه الطبرني والبيهقي)

Artinya: Dari Aisyah r.a., sesungguhnya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila bekerja, mengerjakannya secara itqan (professional)”. (HR. Thabrani, No: 891, Baihaqi, No: 334).

Professional yang dimaksud adalah ketika kita bisa mengatur waktu dengan baik dan bekerja secara berlebihan. 

“makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan’’ **Al-A’**raf : Ayat 31

  1. Terlalu Berfokus Pada Kehidupan Duniawi

Kita akan secara tidak sengaja melupakan hal-hal kecil ketika terlalu berfokus pada kehidupan duniawi. Seperti kekayaan, status, pekerjaan, dan lain sebagainya. 

Dalam mengejar kebutuhan dan keinginan duniawi, kita harus tetap beribadah dan melakukan amal.

وَمَا هٰذِهِ الۡحَيٰوةُ الدُّنۡيَاۤ اِلَّا لَهۡوٌ وَّلَعِبٌ‌ؕ وَاِنَّ الدَّارَ الۡاٰخِرَةَ لَهِىَ الۡحَـيَوَانُ‌ۘ لَوۡ كَانُوۡا يَعۡلَمُوۡنَ

“Dan kehidupan dunia ini hanya senda-gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui.”  Al-‘Ankabut : Ayat 64

Tidakkah kalian berpikir bahwa semakin banyak ibadah yang kita kerjakan, semakin banyak pula kenikmatan dunia yang kita peroleh.

Dalam hadits lain disebutkan,

مَا الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا كَمِثْلِ مَا يَجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ هَذِهِ فِي الْيَمِّ فَلْيَنْظُرْ بِمَا يَرْجِعُ وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ

“Perumpamaan antara dunia dengan akhirat ibarat seorang diantara kalian mencelupkan jarinya ke dalam lautan, maka hendaklah ia melihat apa yang menempel padanya. Lalu beliau memberi isyarat dengan jari telunjuknya.” (HR. Ahmad).

Baca Juga: Sekolah Islam Harapan Ibu Menggelar Khataman Al-Quran Menjelang Ujian

  1. Banyaknya Nafsu dan Dosa

Nafsu terbagi menjadi dua., yang baik dan buruk. Nafsu yang baik yaitu, nafsu akan diri kita untuk selalu taat dan beribadah kepada Allah SWT. Sedangkan nafsu yang buruk, merupakan nafsu yang menyebabkan manusia terjerumus ke lubang dosa.

Ketika kita sudah terlarut dalam nafsu tersebut, maka fokus kita akan sulit teralihkan. Sehingga kita akan terus menerus berada pada jalan yang sama hingga nafsu kita terpuaskan.

Sikap buruk manusia lainnya adalah rasa ketidakpuasan. Setelah memenuhi nafsu, maka kita akan mengulanginya kembali. 

Tentu saja, tidak mungkin jika manusia tidak memiliki dosa sama sekali. Ketika seseorang telah meminta pengampunan kepada Allah, maka Allah akan mengampuninya.

Jika ia terus menerus berbuat dosa, maka hatinya akan tertutup dengan titik hitam.

 إنَّ الْعَبْدَ إذَا أَذْنَبَ نُكِتَ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ ثُمَّ إذَا أَذْنَبَ نُكِتَ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ حَتَّى يَبْقَى أَسْوَدَ مُرْبَدًّا لَا يَعْرِفُ مَعْرُوفًا وَلَا يُنْكِرُ مُنْكَرً

“Sungguh apabila seorang hamba melakukan dosa, maka akan ditulis dalam hatinya sebuah titik hitam, kemudian jika melakukan dosa (kembali) maka akan ditulis dalam hatinya sebuah titik hitam, sampai (hatinya) tersisa menjadi hati hitam selamanya, ia tidak akan mengetahui kebenaran, ia juga tidak akan ingkar pada kemungkaran.”

كَلا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ. كَلا إِنَّهُمْ عَنْ رَبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَمَحْجُوبُونَ. ثُمَّ إِنَّهُمْ لَصَالُو الْجَحِيمِ

“Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka (14). Sekali-kali tidak! Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhannya (15). Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka.”

Pendosa akan menjadi orang yang sulit untuk melihat ke arah lain dengan baik atau buta. Mereka tidak mampu melihat kebenaran dengan benar. Semakin menjauh dari Allah SWT.

Jauhnya kita dari Allah membuat kita jauh dari nikmat dunia dan akhirat. Sehingga, kita seharusnya sadar mengapa kita menjadi seorang yang pelupa. Allah adalah Maha Pencipta.

Lantas bagaimana jika kita telah menjadi hamba yang taat kepada Allah SWT namun tetap menjadi orang yang pelupa?

  1. Ujian dari Allah SWT

Hidup ini semua atas kehendak Allah. Hidup tidak akan selalu berjalan dengan lancar dan sesuai seperti apa yang kita inginkan.

Allah akan memberikan ujian kepada hambanya yang taat untuk kembali tersadar bahwa dunia ini hanyalah sesaat, dunia hanya titipan.

Bagi hamba yang taat, mereka akan bersyukur kepada Allah dengan segala cobaan yang diberikan dan bekerja keras untuk meningkatkan kekurangan. Bukan hanya sekedar mengeluh.

Allah adalah Maha Mengetahui. Allah akan selalu mengetahui apa yang terbaik untuk para hambanya.

Jika memang sifat lupa menjadi salah satu ujian yang kita dapatkan, maka terimalah. Yakinlah jika pasti ada hal baik di baliknya.

Misalnya, ketika kita mendengar orang membicarakan tentang keburukan kita di belakang kita dan secara tidak sengaja kita lupa akan hal tersebut. Bukankah itu sebuah hal yang baik?

Kita akan terjauh dari sifat ‘overthinking’ dan stres. Setiap hal akan ada buruk dan baiknya. Percayalah selalu pada jalan Allah.

Do’a Agar Terhindar dari Mudah Lupa

Nabi Muhammad SAW mengajarkan untuk membaca ini setiap hari

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ نَفْسِيْ مُطْمَئِنَّةً، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ

“Ya Allah, jadikan jiwa kami menjadi tenang, beriman akan adanya pertemuan dengan-Mu, dan rela atas garis yang Engkau tentukan.”

Setelah saran dari Rasulullah tersebut dibaca tiga kali sehari, pemuda tersebut mengaku, “Setelah saya membaca itu, saya tidak pernah lupa tentang apapun.”

Lihat Postingan Terkait Lainnya

Pensi Terakhir di 2025 : Indonesia Negeri Pusaka

Pensi Terakhir di 2025 : Indonesia Negeri Pusaka

by Syarifah Najwa Aisha | Dec 9, 2025 | Uncategorized

Jakarta, 06 Desember 2025 – Tidak terasa Alhamdulillaah sudah hampir di penghujung tahun 2025. Sebelum libur panjang, TK mengadakan pensi terakhir di tahun ini dengan tema, “Indonesia Negeri Pusaka”. Sesuai dengan tema, para guru berharap anak-anak mampu memahami, mengenali, dan semakin mencintai budaya Indonesia melalui berbagai hal. Tidak hanya itu, para guru pun ingin membantu...

Apa Saja Dampak Dari Pemotongan Anggaran

Apa Saja Dampak Dari Pemotongan Anggaran

by Syarifah Najwa Aisha | Feb 10, 2025 | Uncategorized

Alasan Pemotongan Anggaran Pada 22 Januari 2025, Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomer 1 tahun 2025. Inpres ini berisikan mengenai efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD tahun anggaran 2025. Dalam Instruksi ini, terdapat tujuh poin yang ditegaskan di dalamnya. Memiliki target pemotongan anggaran hingga mencapai 306.7T, menjadi gambaran bahwa memang benar ada...