Drama Musikal SD Sekolah Islam Harapan Ibu : Misteri di Fernhill dan Borneo
by Syarifah Najwa Aisha | | Informasi, Kegiatan

Jakarta – Drama musikal tahunan Sekolah Islam Harapan Ibu kembali digelar tahun ini! Masih bertempat di Titan Center Bintaro, penampilan drama dengan tajuk “The Mystery at Fernhill School” dan “The Mystery on Borneo Island” yang dilaksanakan pada Sabtu, 17 Mei 2025 berjalan dengan lancar diikuti dengan ratusan tepuk tangan.
Drama ini dimulai dari pukul 08.00-15.00 WIB dengan terbagi menjadi dua sesi. Sesi satu merupakan penampilan dari para anak didik kelas 1 hingga 3. Sesi kedua merupakan penampilan dari para anak didik kelas 4 hingga 6.
Sebelum memulai pertunjukkan, para penonton disuguhkan dengan cuplikan behind the scene, diikuti dengan sambutan Kepala Sekolah Bapak Ahmad Kurnain, M.pd.
Baca Juga: Pagelaran Drama “The Chronicles of Three Princespagelaran” Dari SD ISlam Harapan Ibu
Di sesi 1, drama dengan tajuk “The Mystery at Fernhill School” berkisah tentang para murid baru yang menelaah misteri sekolah fernhill mengenai menghilangnya anak didik bernama Lee Haven 10 tahun kelam dan kejahatan yang dilakukan oleh beberapa guru.

Tonton: The Mystery at Fernhill School
Tentu berbeda dengan sesi 1, dalam sesi 2 dengan tajuk “The Mystery on Borneo Island”, drama ini berkisah tentang kelompok muda bernama ‘Fantastic Five’ yang berkumpul kembali dan pergi berlibur ke Borneo. Namun, setibanya di Borneo, mereka menemukan beberapa rahasia untuk mencapai pada harta karun dari peta harta karun yang mereka temukan.

Tonton: The Mystery on Borneo Island
Ketika acara telah dinyatakan selesai, tidak hanya mendapat tepuk tangan, para murid mulai menghampiri orang tua mereka untuk berfoto dan berpelukan. Wajah penuh kebanggan dari para orang tua tergambar dengan sangat jelas. Bagaimana tidak? Melakukan adegan rumit hingga harus menari di atas panggung di hadapan ratusan mata tidaklah mudah.
Hingga ke depannya, Sekolah Islam Harapan Ibu akan terus mengembangkan kemampuan para peserta didik, baik dalam akademik maupun non-akademik. Menekankan bahwa belajar tidak hanya melalui buku, namun juga bisa melalui bermain, nyanyian, tarian, atau bahkan drama. Semua hal akan terselip nilai moral dan pelajaran yang diberikan.






